Selamat Datang di BANDAR BOLA | Berita bola TERUPDATE dan TERAKTUAL

Legenda Arema Mengenang Jimat di Kakinya

Singgih Pitono Siap Dukung Program Mario Gomez Seribu Persen ...
Di tengah wabah virus corona, Shopee Liga 1 terhenti. Namun, sejumlah pelaku sepak bola kini mulai aktif bermain dalam laga ekshibisi untuk mengisi waktu luang. Bukan hanya pemain, tapi juga mantan pemain yang kini sudah melatih. Asisten pelatih Arema, Singgih Pitono, satu di antaranya.


Pria asal Tulungagung ini aktif bermain dengan para legenda Arema.

“Diajak teman-teman termasuk Kuncoro main dengan Arema legend. Karena ada undangan main di beberapa tempat,” kata Singgih.

Ketika bermain lagi, pria 53 tahun ini kembali teringat ketika aktif jadi pemain Arema. Dia dikenal sebagai striker tajam di eranya. Dua kali gelar pencetak gol terbanyak berhasil diraihnya musim 1992 dan 1993. Tendangan keras terarah jadi senjata ampun untuk merobek gawang lawan.

Di balik kegarangannya itu, rekan-rekannya di Arema sempat menyebut jika Singgih punya jimat di kedua kakinya, sehingga tendangan bisa sangat tajam saat meluncur ke gawang lawan.

Jimat itu adalah perban elastis yang membalut kedua engkelnya. Waktu itu pembalutnya merk tensocrepe dengan warna cokelat. Berbeda dengan sekarang yang sudah berwarna-warni.

“Saya masih ingat waktu itu selalu pakai tensocrepe. Sejak masih muda pakai itu. Rasanya lebih percaya diri kalau pakai. Pernah lupa tidak pakai waktu main di Arema. Rasanya beda main. Seperti ada yang kurang,” kenangnya.

Belum ada Komentar untuk "Legenda Arema Mengenang Jimat di Kakinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel