Selamat Datang di BANDAR BOLA | Berita bola TERUPDATE dan TERAKTUAL

Revolusi di Barcelona? Bukan Barang Baru Buat Ronald Koeman


Ronald Koeman mendapatkan tugas yang berat di klub barunya, yakni Barcelona. Ia harus melakukan revolusi besar-besaran agar raksasa Spanyol tersebut bisa kembali ke jalur yang seharusnya.

Kiprah Barcelona belakangan ini memang sedikit melenceng. Setelah pemecatan Ernesto Valverde dan kedatangan Quique Setien, mereka hanya mampu mendapatkan torehan negatif.

Barcelona gagal mempertahankan statusnya sebagai juara La Liga, di mana ajang tersebut berhasil dijuarai rival bebuyutan, Real Madrid. Tidak hanya itu, Barcelona juga tersingkir dari pentas Liga Champions.

Lionel Messi dkk bahkan tersingkir secara memalukan. Ya, Barcelona tumbang atas Bayern Munchen di babak perempat final dengan skor telak 2-8.

Kekalahan tersebut membuat Barcelona sadar kebutuhan untuk melakukan revolusi skuat. Dan bagi mereka, Koeman adalah sosok yang tepat untuk melaksanakan tugas tersebut pada musim depan.

Namun apakah benar Koeman adalah sosok yang tepat bagi Barcelona saat ini? Marca telah menghimpun sejumlah alasan mengapa Barcelona butuh Koeman untuk menjalankan proses revolusinya mulai musim depan.

Koeman tiba di Barcelona dalam situasi yang paling buruk. Kendati demikian, krisis di ruang ganti bukanlah hal asing buat pria berumur 57 tahun tersebut.

Timnas Belanda gagal mengikuti dua kompetisi besar lantaran gagal melewati fase kualifikasi. Itu adalah torehan buruk bagi sebuah tim yang dikaruniai oleh sejumlah atlet bertalenta di pentas sepakbola internasional saat ini.

Catatan tersebut semakin terasa buruk jika melihat pencapaian Belanda pada dua kompetisi sebelumnya. Ya, mereka berhasil mencapai babak final Piala Dunia 2010 dan semifinal Piala Dunia 2014.

Saat Koeman dipercaya menukangi Timnas Belanda, ia diwarisi skuat dengan pemain berusia lanjut. Seperti Robin van Persie, Arjen Robben, dan Wesley Sneijder. Situasi ini kurang lebih sama dengan apa yang dialami Barcelona saat ini.

Sekarang Barcelona diperkuat oleh sejumlah pemain dengan usia mendekati masa pensiun seperti Luis Suarez, Sergio Busquets, dan Gerard Pique. Revolusi berarti Koeman harus segera mendapatkan pengganti ketiga sosok itu.

Koeman sendiri telah membuktikan bisa melakukannya saat di Belanda. Ia memberikan kesempatan kepada Matthijs De Ligt, Donny van de Beek, Denzel Dumfries dan Frenkie De Jong yang membantu Die Oranje lolos ke Euro 2020 serta menjadi finalis UEFA Nations League.

Ada satu sosok familiar yang akan ditemui Koeman di skuat Barcelona sekarang, yakni Frenkie De Jong. Sebagaimana yang diketahui, keduanya pernah bekerja sama di Timnas Belanda.

Koeman nampaknya tahu persis cara untuk memanfaatkan seluruh potensinya. "Posisi yang ia mainkan sekarang berbeda dengan yang dimainkan di Belanda," ucapnya kepada Marca pada bulan Maret lalu.

"Dia belajar bermain lebih maju ke depan, itu tak sepenuhnya buruk, tapi bukan posisi terbaiknya. Bagi saya, dia tampil lebih baik jika ditaruh lebih ke dalam," tandasnya.

Bisa dipastikan Koeman akan menjadikan De Jong sebagai poros permainan Barcelona di musim depan. Dan ini bisa menjadi patokan pergerakan klub di bursa transfer musim panas ini.

Belum ada Komentar untuk "Revolusi di Barcelona? Bukan Barang Baru Buat Ronald Koeman"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel